Tentang struktur internal situs – bagaimana halaman saling
terkait, bagaimana kategorisasi digunakan dan bagaimana konten tersegmentasi
pada berbagai kategori.
Seperti halnya tautan eksternal yang dianggap sebagai vote,
tautan dari satu halaman pada situs yang sama juga dianggap sebagai vote.
Internal linking seperti ini diperhitungkan oleh mesin pencari sebagai poin
tersendiri dalam kemudahan navigasi.
Cara anda men-setup situs menentukan; seberapa cepat situs
tersebut dijelajah oleh bot mesin pencari, apakah semua halaman internal dapat
ditemukan atau tidak, dan seberapa dominan halaman-halaman tersebut pada SERP.
Tentu hal ini harus didukung oleh kuantitas, Pagerank dan kualitas tautan
eksternal yang ‘menunjuk’ situs anda.
Tips:
Buat seksi-seksi/kategorisasi berbeda kemudian masukkan
konten yang ‘cukup’ ke dalam kategori-kategori tersebut. Lakukan cross-link
(bisa dengan cara membuat halaman yang cocok untuk dua kategori atau lebih)
tapi pastikan bahwa kategorisasi (dan sub-kategorisasi), serta konten yang
dibuat jelas, bukan sekedar suka-suka dan tidak terkait (sekali lagi, blog
bala-bala ini bukan contoh yang baik).
Gunakan menu navigasi untuk menandai seksi-seksi atau
kategori utama dan munculkan navigasi ini pada seluruh halaman situs.
Kembangkan reusable system – kombinasi yang sudah dijelaskan
di atas, yaitu strategi internal linking + navigasi standar agar
halaman-halaman utama bisa terekspos secara maksimal.
Gunakan sitemap untuk membantu mesin pencari menemukan semua
halaman pada situs (tanpa sitemap ranking situs tidak akan melorot, adapun
tidak akan mendongkrak, tapi keberadaan sitemap mempermudah mesin pencari untuk
menemukan dan meng-indeks halaman-halaman baru).